Sunday, 1 June 2014

casanova

Hai, casanova..
Apakah kau senang kini aku tak lagi berdua?
Apakah kau senang kini hatiku tak lagi kaku?
Apakah kau senang kini aku tak lagi sulit tuk kau dekati?

Casanova..
Apakah kau tak bosan menantiku?
Yang sebentar lembut, sebentar acuh..
Apakah kau tak marah padaku?
Yang sebentar ingin kau hadir, sebentar lari..
Apakah kau tak cemburu?

Casanova..
Harusnya kau tak boleh cemburu melihatku bersama casanova lain
Toh kalian sama..
Berebut mendapat cinta
Dari putri manja yang haus kasih sayang
Yang tak pernah kau tau apa jawabnya

Casanova..
Berkali-kali kau bisikkan cinta
Namun pura-pura aku tak mendengar..

Casanova..
Jangan pernah menaruh hati padaku..
Karena tak pernah bisa aku menjanjikan tuk merawat hatimu..

Casanova..

hujan dan mawar

Hujan..
Mengapa kau datang di saat ku terluka?
Tahukah? Tetesmu semakin menyiratkan duka hampa..

Hujan..
Aku ingat ketika rintikmu menyentuh lembut mawar ini..
Membuat segar, membuat mekar..
Tak lama datangmu lebat
Lengkap dengan hembusan angin yang terlewat kencang..

Jangan..
Aku mohon jangan terlalu deras..
Kini percikmu tak lagi segar..
Sakit..
Bahkan tetes lembutmu yang dulu kini menjelma jarum menggigit kulit
Nyeri..

Hey hujan,
Jangan lagi kau sentuh!
Jangan sampai derasmu menyakiti mawarku!
Aku tak ingin mawarku sakit, dan kemudian gugur..