Friday, 25 October 2013

pelacur hati

Entah..
Mulutku bungkam mendengar kau curahkan apa yang kau, dan juga kau rasa
Telingaku panas
Hatiku lebur menjadi satu dengan serpihan hati yang terjatuh
Sama. Sakit.

Ah, tidak..
Hatiku terlalu banyak mengambil tempat
Melihatmu bangkit aku ingin
Entah..
Kenapa tak kulacurkan saja hatiku ini?

Sebut saja aku pelacur hati
Kujajakan hati ini demi sesuap bahagia dan secuil cinta
Darimu, darinya, dari siapapun setelah putus cinta

Sebut saja aku pelacur hati
Kupungut saja hati yang sudah retak, yang kemudian kujadikan utuh
Sehingga sesegera mungkin dapat kau, kau, dan juga kau pakai lagi untuk mencintai wanita lain

Sebut saja aku pelacur hati
Tak tahu diri mengambil sisa hati yang jatuh, yang rapuh
Menyesap nikmatnya cinta untuk sesaat
Dan kemudian membalikkan badan, membiarkanmu mencari cinta baru

Sebut saja aku pelacur hati
Permisi pergi setelah kau siap berpindah hati
Menyisakan kenangan yang sempat kukecap kemarin
Hati nyeri, namun tak bisa kitinggalkan rutinitas ini

Ya, sebut aku pelacur hati

26 comments:

  1. eaa Permaisuri lagi galau, apa karena ada cinta lain di hati mu? *ups

    ReplyDelete
    Replies
    1. -,-Ini udah aku bikin dari lama om, tapi aku nyimpennya di hape..baru aku tulis di blog

      Delete
  2. Halo, Wila. Maaf ya aku baru sempat blogwalking ke sini. Keren juga puisinya.
    Sudah saya follow ya :)

    ReplyDelete
  3. wil, jangan bilang puisimu terinspirasi dari tulisan blog ku? # kumohon jangan bilang iya..

    kok isinya mirip mirip

    ReplyDelete
  4. Lah aku ae durung moco blog e sampean sing anyar mas-,- moso mirip se?

    ReplyDelete
  5. blog yang lama... nek yang baru gak nyambung ...
    isine kok mirip karo kegalauanku... hashs

    ReplyDelete
  6. Pelacur Hati, aduh aduh :3
    Keren mba tulisan ne :))

    ReplyDelete
  7. bahasanya itu lho Wil..... pelacur hati.pemilihan kata yg agak nyentrik hehhee
    wah...kalau ngedepin masalah cinta mesti sabar, gak boleh grusa-rusu.
    apalagi kalo kita bicara tentang orang2 yg dengan mudah berpaling..oh tidaaakk
    (nyambung ga sih) ydh overall bagus tulisannya, curcolkah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihii...mmmmm...dibilang curcol ga sepenuhnya curcol sih kak.. ini fiksi doang sih..

      Delete
  8. bagian "Mulutku bungkam mendengar kau curahkan apa yang kau, dan juga kau rasa"

    itu ada kata yg kurang gak sih? ._. agak ganjel
    sebelum kata dan mungkin ada kata apa gitu, agak ganjel bagian apa yang kau .... (?)
    kaya ada lanjutannya tp lupa diketik gitu :|

    apa kau mau mencicipi hati ini ?
    caba saja :3 hati ini rasanya pedas, karetnya 2
    lalu boleh kau tinggal pergi ketika hati ini dibuka pemesan aslinya
    :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahahaaa..tau aja nih bang ges..
      emang sebenernya kata-katanya banyak yang di skip gara-gara aku nulisnya kan awalnya di note hape, karakternya terbatas kan..nah waktu mo nulis di sini lagi blank, jadi aku lupa apa yang harus aku tambah..hahahaaa

      Delete
  9. Pelacur hati, aaaaaah cakep banget pemilihan kata2nya :)

    ReplyDelete
  10. “Sebut saja aku pelacur hati
    Kupungut saja hati yang sudah retak, yang kemudian kujadikan utuh
    Sehingga sesegera mungkin dapat kau, kau, dan juga kau pakai lagi untuk mencintai wanita lain”

    Amazing, aku menangkap sajak ini seolah bangkit dari keterpurukan namun disambar lagi oleh sesuatu yang memilukan, yang menyakitkan. Namun, sebagai posisi kakak yang tersakiti saya kira pelacur hati kurang nyaman digunakan (maaf, sekedar masukan). Karena, pelacur itu memiliki stretotip yang kurang enak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm...*manggut-manggut*
      apa dong? rental hati? hihihiii...

      Delete
  11. Heiiii Kauuuu.... Pelacur Hati,!!!

    Eh kalo gitu aku pelacur hati juga dong, apa karena pake rok mini jadi alasan #BukaSikitJoss #halah

    Lama juga gak mampir kesini,, will balik ke grup WA dongg,, biar ad yg biisa di bully... :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. -___-" kak er...
      jangan bully akuuuuuh....

      Delete
  12. wadow pelacur hati rasanya gimana ya mungkin sakit banget mungkin lebih tepatnya cuma jadi selingan doang ,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. mmm...apa ya? pelacur hati itu sama sakitnya kok sama korbannya..
      ntar deh aku bikin sekuelnya : )

      Delete
  13. Hmm. Pelacur hati? kosa katanya terlihat ekstrem untuk menggambarkan hati seseorang. Tapi, keren sih. Hehehe.

    Ngomongin soal pelacur hati, bener kata nazar.
    Pasti sakit banget. Karena cuma dijadikan pelampiasan doang. :'""

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, dan dia rela memfasilitasi hati

      Delete
  14. Wah betul kata Oges, ada beberapa kata yang janggal dalam menyebut kau, dan kau, kau juga itu.

    So far, puisi ini keren kok, Mei. Meski baru sempat ditulis di blog. :)

    Selamat menikaah.^^ *biardeh nggak nyambung

    ReplyDelete
    Replies
    1. hah???
      siapa yang nikah kak?
      yang nikah kak mei, bukan aku -___-"

      Delete
  15. Kta katanya keren, vulgar vulgar marah gmn gtu...wlo agak gak nangkep sma kta ktanya @.@ bagus tapiiiii

    ReplyDelete